Rabu, 24 Desember 2014

TINTA YANG TAK PERNAH KERING






















Embun melengkapi pagi, dengan dingin dan seklumit ingin.
Siaga mengayuh asa, merapi diri menyambut kerja.
Kerja yang dianggap tanpa tanda jasa, mengapa?
Karena hati, tak selama berpihak materi.
Karena cinta, mengubah dunia ceria,
Walau terkadang merana di tanggal tua.
Ku sambut mereka, siswa bersepeda,
Mengetuk cakrawala, menguntit cendekia,
Mendedah pengetahuan demi cita-cita.
Ku hantar mereka, melingkari pena,
Catat dengan hati, hafal dengan lafal,
Setiap ilmu dan laku utama, patri dalam diri.
Tintaku akan selalu basah, mengiringi tetes keringat,
Tak pernah kering, hingga akhir hayat melekat.

Refleksi Tahun Baru: Masa, Usia, dan Semangat Hijrah

Seorang kakek ditanya oleh penguasa di zaman Bani Abbasiyyah.
"Berapa umur kakek?" tanya sang penguasa.
"Sepuluh tahun." Jawab sang kakek.
"Janganlah berolok-olok!" sergah sang penguasa.
"Benar tuan, umurku baru sepuluh tahun. Empat puluh tahun
usiaku ku habiskan dalam dosa dan pelanggaran. Baru sepuluh tahun terakhir ini aku isi hidupku dengan perbuatan yang baik dan memakmurkan." Jawabnya.
Hakikat umur bukanlah pada panjang atau pendek usia hidup kita di dunia, melainkan bagaimana kita bisa memanfaatkan hari-hari yang kita lalui dengan hal-hal yang bermanfaat, baik urusan duniawi maupun
ukhrawi. Beberapa di antara kita yang menyia-nyiakan waktu dan usianya hanya untuk mencari kesenangan, menuruti hawa nafsu dan gaya hidup hedonis, melupakan hakikat hidup manusia sebagai hamba Allah dan makhluk sosial.
Lihat selengkapnya, silahkan download di sini!
Jangan lupa hilangkan chekmark pada use accelerate downloader.