Siaga mengayuh asa, merapi diri menyambut kerja.
Kerja yang dianggap tanpa tanda jasa, mengapa?
Karena hati, tak selama berpihak materi.
Karena cinta, mengubah dunia ceria,
Walau terkadang merana di tanggal tua.
Ku sambut mereka, siswa bersepeda,
Mengetuk cakrawala, menguntit cendekia,
Mendedah pengetahuan demi cita-cita.
Ku hantar mereka, melingkari pena,
Catat dengan hati, hafal dengan lafal,
Setiap ilmu dan laku utama, patri dalam diri.
Tintaku akan selalu basah, mengiringi tetes keringat,
Tak pernah kering, hingga akhir hayat melekat.

